Mengeksplor Wisata di Sukabumi
Sedikit cerita...(latepost)
Liburan... Yaps liburan hal yang selalu dinantikan setiap bulannya.Wajar saja soalnya buat orang yang punya jadwal penuh alias full day kaya aku yang kadang- kadang merasa penat karena aktifitas kerja, kuliah, tugas-tugas dari dosen, dan ujian tentunya.Dan ngga jarang tanggal merah di kalender setiap bulannya aku hapal, dan selalu berharap tanggal merah jatuh pada hari Jumat atau Senin supaya kalo mau liburan lebih panjang waktunya. Hehe...
Sedikit beruntung karena tanggal merah kali ini jatuh pada hari Senin yaitu memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sesuai yang diharapkan dan kebetulan kuliah hari Sabtu dan Minggu diliburkan pasca selesai Ujian tengah semester. Wah mantep banget ini, habis ujian refreshing otak dulu. Segera buat rencana mau ngetrip kemana dan dengan siapa kali ini.
Sedikit aneh karena tumben sekali dua sejoli ini Wiwi Suharja dan pacarnya Asep Deka Sarifudin ngajakin ngetrip bareng. Wah akupun langsung okehin aja dan aku ngajakin mereka buat explore daerah Sukabumi karena aku belum pernah kesana dan penasaran dengan beberapa tempat yang aku lihat di postingan orang-orang di akun Instagram, dan untuk perjalanan kesana lebih asyik naik sepeda motor karena transportasi buat ketempat wisata lumayan sulit dan tempat yang ingin dituju jauh di pemukiman warga dan tidak ada transportasi khusus.Dan mereka pun setuju.
Aku pun memutuskan untuk ngajakin satu temen lagi buat temen boncengan dan ngobrol dijalan biar ngga bosen. Aku pun ngajakin Dheanda Lutviana ,temen ngetrip biasanya.Cuma dia ngga bisa ikut karena harus pulang kampung, dan akhirnya aku ngajakin Muqtì Lanì Anjellìcsbuat ikutan.Dan akhirnya dia mau ikut.
Dan tiba saatnya kami mau berangkat, kami sepakat berangkat jam 6 pagi dan akhirnya molor jadi jam 7 pagi.Haha..
Nah terjadi hal yang tidak diinginkan, temen aku muqti ngga bisa ikutan karena masih berada di Bekasi. Yah sedikit kecewa tapi apa boleh buat semua sudah dipersiapkan masa harus gagal sih. Jadi kami lanjutkan rencana perjalanan kami, nantinya adik Asep yaitu Chaca akan diajakin buat teman boncengan aku.
Ketika kami sampai di Bogor, ya kami memutuskan untuk mampir sebentar istirahat di rumah kediaman teman aku Asep. Namun karena terlalu lelah aku pun tertidur.Wajar karena aku baru pulang kerja jam 4 pagi dan sanking semangatnya langsung siap- siap buat berangkat ke Sukabumi. Karena terlalu asyik tidur tiba-tiba hujan deras dan kedua orang tua Asep tidak mengizinkan kami melanjutkan perjalanan ke Sukabumi. Jadi kami memutuskan untuk menginap di rumah Asep satu malam dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi.
Besok paginya selesai shalat subuh kami pun berpamitan dan bergegas berangkat.
Tujuan pertama kami menuju Pantai Pelabuhan Ratu, namun ternyata tempatnya kurang bagus menurutku karena sudah tercemar lingkungannya dan banyak sampah.Jadi kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Ujung Genteng. Setelah sampai Pantai Ujung Genteng aku masih merasa kurang puas karena menurut aku pantainya biasa-biasa saja. Kami coba browsing lagi di Mbah Google tempat menarik lainnya, tapi mas- mas yang berada di sekitaran pantai menyarankan kami untuk ke Pantai Pasir Putih yang jaraknya kurang lebih lima belas menit saja dari Pantai Ujung Genteng tadi. Setelah kami mencari Homestay untuk menginap malam ini, kami langsung bergegas menuju Pantai Pasir Putih yang di rekomendasikan oleh mas-mas tadi. Dan hasilnya wah kali ini aku benar-benar puas ombak pantainya cukup tinggi dan pasir pantainya pun halus putih sesuai namanya. Kebetulan lagi ketika sore hari adalah waktunya pelepasan anak kura- kura di Pantai Pasir Putih ini, wah pas banget aku pengen lihat langsung dan disana sudah ramai sekali orang-orang yang menunggu petugas membawa anak kura-kura yang akan dilepaskan. Asyik!! Siap-siap buat video the little turtle's. Hehe
Puas menyaksikan anak kura-kura berenang menuju bibir pantai, pemandangan selanjutnya adalah Sunset.Yaps...Sunset di pantai ini indah sekali ternyata.Ngga asyik rasanya kalo ngga mengabadikan moment ini dengan berfoto ria. Dan ngga mau ketinggalan tuh Wiwi Suharja dan Asep buat foto ala-ala prewed berlatar belakang Sunset ceunah.Hahay...
Besok paginya selesai shalat subuh kami bergegas untuk perjalanan selanjutnya. Geopark Cileteuh, nah ini adalah tujuan awal aku ngajakin ke Sukabumi. Cuma kemarin diperjalanan menuju Pantai Ujung Genteng aku melihat plang Curug (Air terjun) Cikaso. Wah ngga mau disia- siakan nih, uda lama pengen ke Curug yang satu ini karena aku pernah melihat curug ini diekspos oleh salah satu acara Adventure televisi. Sebelum menuju Curug kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu.Sambil berjalan kami melihat ada yang jualan bubur ayam di pinggiran pantai. Best moment banget nih, sambil sarapan menikmati sunrise di Pantai dan pemandangan nelayan yang mulai bergegas untuk menangkap ikan.
Sudah hampir satu jam kami mengendarai sepeda motor menuju Curug Cikaso dan pantat sudah mulai panas karena jalan yang kurang bagus, tapi belum sampai juga. Ternyata jauh juga, Google map ternyata php, kurang akurat dan kurang bisa diandalkan untuk perjalanan pedalaman. Bermodalkan tanya- menanya dengan warga yang melintas disekitaran jalan menuju Curug, akhirnya kami mulai melihat pintu masuk menuju Curug Cikaso.
Setelah memarkirkan sepeda motor, aku mulai panik melihat air disekitar tempat penyeberangan kapal menuju Curug karena airnya kotor dan butek sekali. Haduh jangan-jangan foto Curug Cikaso yang aku lihat bagus di Instagram itu hasil editan atau air Curug berubah karena habis hujan tadinya.
Setelah kurang lebih sepuluh menit tracking menuju Curug, akhirnya mulai terdengar suara air yang deras. Karena sudah tidak sabar aku dan Wiwi berlari menuju curug, dan hasilnya wow keren banget dah pokoknya. Karena kami datang cukup pagi, jadi suasana masih sangat sepi. Yang menambah takjub adalah ada pelangi di curug tersebut, terlihat seperti pelangi karena kombinasi pancaran matahari yang terik dan air Curug. Yah...Rainbow in the water. Pemandangan ini hanya dapat dinikmati pagi hari sampai jam 10 pagi, karena lebih dari jam 10 kami tidak dapat melihat pelanginya lagi. Nah kalo lihat air sekeren ini, rugi rasanya kalo tidak nyebur. Karena tidak diperbolehkan berenang di area Curug, dan kami pun memang tidak bisa berenang maka kami berendam di pinggiran Curug dekat bebatuan. Wuih...airnya dingin nyegerin oy.Hehe
Perjalanan kali ini beranggotakan tiga orang cewek dan satu orang cowok, maka cewek-ceweknya asyik main air dan Asep jadi petugas dokumentasi. Wkwk
Puas rasanya bermain air, kami mulai bergegas menuju Geopark Cileteuh. Lagi- lagi ternyata jaraknya jauh sekali. Banyak objek wisata di sana, tapi hanya beberapa saja yang bisa kami singgahi. Mengingat waktu perjalanan pulang masih cukup panjang, setelah berfoto di Bukit Panenjoan Geopark Cileteuh kami bergegas pulang.
Untuk perjalanan pulang kami akan melewati jalan yang berbeda dengan waktu berangkat, supaya lebih cepat saran Asep.
Jalan mulai gelap karena sudah menjelang Maghrib dan hujan deras mendadak turun. Jalan yang licin berupa naikkan dan turunan membuat kami harus berhati-hati mengendarai sepeda motor.
Jalan yang kami lewati kali ini benar- benar ekstrim. Jalan yang rusak karena banyak dilewati oleh truk- truk besar. Bebatuan besar dan runcing ditambah lampu jalan yang minim, hanya ada beberapa dan jarang karena wilayahnya sepi penduduk disekelilingnya hutan. Buset merinding sepanjang perjalanan, yang menambah ketakutanku hanya kami berempat saja dijalan tersebut.Haduh horor dah!!
Setelah berjam-jam melewati jalanan ekstrim akhirnya kami melihat jalan raya. Hah lega rasanya. Sekitar jam 11 malam kami sampai Bogor dan mampir untuk mengantar Chaca pulang kerumah sambil beristirahat sebentar. Jam 12 malam kami mulai perjalanan pulang menuju Karawang. Sambil ngebut naik sepeda motor karena mengejar waktu, akhirnya jam setengah 3 pagi kami sampai Karawang. Yah terasa lelah pastinya mengendarai sepeda motor berjam-jam ditambah cuaca yang berubah-ubah, tapi itulah liburan. Kami harus memanfaatkan waktu yang cuma sedikit ini untuk beristirahat karena pagi harinya harus berangkat bekerja kembali.End
Liburan... Yaps liburan hal yang selalu dinantikan setiap bulannya.Wajar saja soalnya buat orang yang punya jadwal penuh alias full day kaya aku yang kadang- kadang merasa penat karena aktifitas kerja, kuliah, tugas-tugas dari dosen, dan ujian tentunya.Dan ngga jarang tanggal merah di kalender setiap bulannya aku hapal, dan selalu berharap tanggal merah jatuh pada hari Jumat atau Senin supaya kalo mau liburan lebih panjang waktunya. Hehe...
Sedikit beruntung karena tanggal merah kali ini jatuh pada hari Senin yaitu memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sesuai yang diharapkan dan kebetulan kuliah hari Sabtu dan Minggu diliburkan pasca selesai Ujian tengah semester. Wah mantep banget ini, habis ujian refreshing otak dulu. Segera buat rencana mau ngetrip kemana dan dengan siapa kali ini.
Sedikit aneh karena tumben sekali dua sejoli ini Wiwi Suharja dan pacarnya Asep Deka Sarifudin ngajakin ngetrip bareng. Wah akupun langsung okehin aja dan aku ngajakin mereka buat explore daerah Sukabumi karena aku belum pernah kesana dan penasaran dengan beberapa tempat yang aku lihat di postingan orang-orang di akun Instagram, dan untuk perjalanan kesana lebih asyik naik sepeda motor karena transportasi buat ketempat wisata lumayan sulit dan tempat yang ingin dituju jauh di pemukiman warga dan tidak ada transportasi khusus.Dan mereka pun setuju.
Aku pun memutuskan untuk ngajakin satu temen lagi buat temen boncengan dan ngobrol dijalan biar ngga bosen. Aku pun ngajakin Dheanda Lutviana ,temen ngetrip biasanya.Cuma dia ngga bisa ikut karena harus pulang kampung, dan akhirnya aku ngajakin Muqtì Lanì Anjellìcsbuat ikutan.Dan akhirnya dia mau ikut.
Dan tiba saatnya kami mau berangkat, kami sepakat berangkat jam 6 pagi dan akhirnya molor jadi jam 7 pagi.Haha..
Nah terjadi hal yang tidak diinginkan, temen aku muqti ngga bisa ikutan karena masih berada di Bekasi. Yah sedikit kecewa tapi apa boleh buat semua sudah dipersiapkan masa harus gagal sih. Jadi kami lanjutkan rencana perjalanan kami, nantinya adik Asep yaitu Chaca akan diajakin buat teman boncengan aku.
Ketika kami sampai di Bogor, ya kami memutuskan untuk mampir sebentar istirahat di rumah kediaman teman aku Asep. Namun karena terlalu lelah aku pun tertidur.Wajar karena aku baru pulang kerja jam 4 pagi dan sanking semangatnya langsung siap- siap buat berangkat ke Sukabumi. Karena terlalu asyik tidur tiba-tiba hujan deras dan kedua orang tua Asep tidak mengizinkan kami melanjutkan perjalanan ke Sukabumi. Jadi kami memutuskan untuk menginap di rumah Asep satu malam dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi.
Besok paginya selesai shalat subuh kami pun berpamitan dan bergegas berangkat.
Tujuan pertama kami menuju Pantai Pelabuhan Ratu, namun ternyata tempatnya kurang bagus menurutku karena sudah tercemar lingkungannya dan banyak sampah.Jadi kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Ujung Genteng. Setelah sampai Pantai Ujung Genteng aku masih merasa kurang puas karena menurut aku pantainya biasa-biasa saja. Kami coba browsing lagi di Mbah Google tempat menarik lainnya, tapi mas- mas yang berada di sekitaran pantai menyarankan kami untuk ke Pantai Pasir Putih yang jaraknya kurang lebih lima belas menit saja dari Pantai Ujung Genteng tadi. Setelah kami mencari Homestay untuk menginap malam ini, kami langsung bergegas menuju Pantai Pasir Putih yang di rekomendasikan oleh mas-mas tadi. Dan hasilnya wah kali ini aku benar-benar puas ombak pantainya cukup tinggi dan pasir pantainya pun halus putih sesuai namanya. Kebetulan lagi ketika sore hari adalah waktunya pelepasan anak kura- kura di Pantai Pasir Putih ini, wah pas banget aku pengen lihat langsung dan disana sudah ramai sekali orang-orang yang menunggu petugas membawa anak kura-kura yang akan dilepaskan. Asyik!! Siap-siap buat video the little turtle's. Hehe
Puas menyaksikan anak kura-kura berenang menuju bibir pantai, pemandangan selanjutnya adalah Sunset.Yaps...Sunset di pantai ini indah sekali ternyata.Ngga asyik rasanya kalo ngga mengabadikan moment ini dengan berfoto ria. Dan ngga mau ketinggalan tuh Wiwi Suharja dan Asep buat foto ala-ala prewed berlatar belakang Sunset ceunah.Hahay...
Besok paginya selesai shalat subuh kami bergegas untuk perjalanan selanjutnya. Geopark Cileteuh, nah ini adalah tujuan awal aku ngajakin ke Sukabumi. Cuma kemarin diperjalanan menuju Pantai Ujung Genteng aku melihat plang Curug (Air terjun) Cikaso. Wah ngga mau disia- siakan nih, uda lama pengen ke Curug yang satu ini karena aku pernah melihat curug ini diekspos oleh salah satu acara Adventure televisi. Sebelum menuju Curug kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu.Sambil berjalan kami melihat ada yang jualan bubur ayam di pinggiran pantai. Best moment banget nih, sambil sarapan menikmati sunrise di Pantai dan pemandangan nelayan yang mulai bergegas untuk menangkap ikan.
Sudah hampir satu jam kami mengendarai sepeda motor menuju Curug Cikaso dan pantat sudah mulai panas karena jalan yang kurang bagus, tapi belum sampai juga. Ternyata jauh juga, Google map ternyata php, kurang akurat dan kurang bisa diandalkan untuk perjalanan pedalaman. Bermodalkan tanya- menanya dengan warga yang melintas disekitaran jalan menuju Curug, akhirnya kami mulai melihat pintu masuk menuju Curug Cikaso.
Setelah memarkirkan sepeda motor, aku mulai panik melihat air disekitar tempat penyeberangan kapal menuju Curug karena airnya kotor dan butek sekali. Haduh jangan-jangan foto Curug Cikaso yang aku lihat bagus di Instagram itu hasil editan atau air Curug berubah karena habis hujan tadinya.
Setelah kurang lebih sepuluh menit tracking menuju Curug, akhirnya mulai terdengar suara air yang deras. Karena sudah tidak sabar aku dan Wiwi berlari menuju curug, dan hasilnya wow keren banget dah pokoknya. Karena kami datang cukup pagi, jadi suasana masih sangat sepi. Yang menambah takjub adalah ada pelangi di curug tersebut, terlihat seperti pelangi karena kombinasi pancaran matahari yang terik dan air Curug. Yah...Rainbow in the water. Pemandangan ini hanya dapat dinikmati pagi hari sampai jam 10 pagi, karena lebih dari jam 10 kami tidak dapat melihat pelanginya lagi. Nah kalo lihat air sekeren ini, rugi rasanya kalo tidak nyebur. Karena tidak diperbolehkan berenang di area Curug, dan kami pun memang tidak bisa berenang maka kami berendam di pinggiran Curug dekat bebatuan. Wuih...airnya dingin nyegerin oy.Hehe
Perjalanan kali ini beranggotakan tiga orang cewek dan satu orang cowok, maka cewek-ceweknya asyik main air dan Asep jadi petugas dokumentasi. Wkwk
Puas rasanya bermain air, kami mulai bergegas menuju Geopark Cileteuh. Lagi- lagi ternyata jaraknya jauh sekali. Banyak objek wisata di sana, tapi hanya beberapa saja yang bisa kami singgahi. Mengingat waktu perjalanan pulang masih cukup panjang, setelah berfoto di Bukit Panenjoan Geopark Cileteuh kami bergegas pulang.
Untuk perjalanan pulang kami akan melewati jalan yang berbeda dengan waktu berangkat, supaya lebih cepat saran Asep.
Jalan mulai gelap karena sudah menjelang Maghrib dan hujan deras mendadak turun. Jalan yang licin berupa naikkan dan turunan membuat kami harus berhati-hati mengendarai sepeda motor.
Jalan yang kami lewati kali ini benar- benar ekstrim. Jalan yang rusak karena banyak dilewati oleh truk- truk besar. Bebatuan besar dan runcing ditambah lampu jalan yang minim, hanya ada beberapa dan jarang karena wilayahnya sepi penduduk disekelilingnya hutan. Buset merinding sepanjang perjalanan, yang menambah ketakutanku hanya kami berempat saja dijalan tersebut.Haduh horor dah!!
Setelah berjam-jam melewati jalanan ekstrim akhirnya kami melihat jalan raya. Hah lega rasanya. Sekitar jam 11 malam kami sampai Bogor dan mampir untuk mengantar Chaca pulang kerumah sambil beristirahat sebentar. Jam 12 malam kami mulai perjalanan pulang menuju Karawang. Sambil ngebut naik sepeda motor karena mengejar waktu, akhirnya jam setengah 3 pagi kami sampai Karawang. Yah terasa lelah pastinya mengendarai sepeda motor berjam-jam ditambah cuaca yang berubah-ubah, tapi itulah liburan. Kami harus memanfaatkan waktu yang cuma sedikit ini untuk beristirahat karena pagi harinya harus berangkat bekerja kembali.End






Komentar
Posting Komentar